Update Pencarian Korban Longsor di Bastem Utara Luwu

Update Pencarian Korban Longsor di Bastem Utara Luwu

Pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa pagi, 27 Februari 2024, kembali dilanjutkan. Dua unit alat berat dikerahkan untuk menggali material tanah longsor tersebut. Komandan pos Basarnas unit siaga SAR Palopo, Firman, menyatakan bahwa masih ada sekitar 20 orang yang diduga tertimbun di bawah tanah longsor.

Identitas korban yang ditemukan meninggal dunia telah beredar melalui pesan berantai WhatsApp, yang juga dikuatkan oleh Komandan pos Basarnas unit siaga SAR Palopo. Empat korban yang meninggal dunia adalah Wanto (22) dan Miskawati (24), keduanya karyawan swasta, serta seorang bidan bernama Emelia (30) dan guru honorer bernama Mariama (57). Dari 10 korban selamat yang berhasil dievakuasi, lima di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa pagi, 27 Februari 2024, kembali dilanjutkan. Dua unit alat berat dikerahkan untuk menggali material tanah longsor tersebut.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara, Luwu, Sulawesi Selatan. “Tim dari Basarnas 14 orang untuk melakukan pencarian,” ucap anggota tim rescue Basarnas Pos Palopo, Achmad, Selasa.

Tim evakuasi masih mencari korban lain

 

Ia menjelaskan untuk melakukan pencarian, tim SAR menurunkan sedikitnya dua unit alat berat guna mengevakuasi material tanah longsor yang hingga saat ini juga  masih memutuskan akses jalan. Tebing setinggi sekitar 100 meter itu, longsor dan menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 10 lainnya luka-luka. Bahkan diperkirakan masih ada korban lain yang masih tertimbun material tanah, sehingga tim SAR terus melakukan upaya pencarian.

“Kami masih berusaha mencari¬†Slot Thailand korban yang dimungkinkan tertimbun,” terang Achmad.Selain menimbun belasan warga, bencana tanah longsor juga menimbun sedikitnya tiga unit mobil serta sejumlah sepeda motor milik korban.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban tanah longsor di Luwu. “Pertama atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi mengucapkan turut berduka cita pada saudara kita yang terdampak dari musibah longsor tersebut,” kata Bahtiar di Kantor Gubernur Sulsel.Bahtiar mengatakan pihaknya telah melaksanakan upaya penanganan longsor. Hal itu mencakup langkah-langkah tanggap darurat, koordinasi dengan instansi terkait, serta upaya rehabilitasi dan penanganan bencana.

“Saya melalui Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) mengambil langkah-langkah koordinasi. Tadi saya telepon langsung (Pj) Bupati Luwu, Pak Saleh kemudian Pj Wali Kota Palopo, sudah berada di lokasi tadi siang,” kata Bahtiar. Tim SAR gabungan juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh tanah longsor. Mereka juga bertugas menjaga keselamatan masyarakat sekitar.”Karena itu jalan akses terputus dan itu tadi Dinas PU, dan Dinas Sosial Provinsi. Memastikan dikerjakan supaya akses terputus ini segera bisa diatasi dan alat-alatnya yang terdekat dikerahkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *